Cuaca Yogyakarta Kamis 15 Januari: Hujan Ringan Mendominasi

Prakiraan cuaca Yogyakarta hari ini menunjukkan kondisi hujan ringan mendominasi sebagian besar wilayah DIY. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi suhu udara berada di rentang 22 hingga 29 derajat celsius. Masyarakat di minta tetap waspada karena potensi cuaca ekstrem masih mengintai hingga akhir pekan ini.

Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta, Warjono, menjelaskan bahwa kondisi cuaca di DIY masih di pengaruhi oleh dinamika atmosfer yang cukup aktif. Bibit Siklon Tropis 91W yang terpantau di utara Papua membentuk pola konvergensi atau pertemuan angin di sepanjang Pulau Jawa. Kondisi ini meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sebagian besar wilayah Yogyakarta hingga hari Sabtu mendatang.

Prakiraan Cuaca per Wilayah di DIY

Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di prediksi mengguyur seluruh wilayah Sleman mulai pagi hingga sore hari. Kawasan wisata Candi Prambanan dan sekitarnya juga berpotensi mendapat guyuran hujan ringan. Sementara di kawasan Kaliurang hingga lereng Gunung Merapi seperti Kapanewon Pakem, Turi, dan Cangkringan hanya akan mengalami hujan ringan di waktu yang sama.

Di Kota Yogyakarta, cuaca di prakirakan berawan dengan potensi hujan ringan pada siang hingga sore hari. Suhu udara berkisar antara 24 hingga 30 derajat celsius dengan kelembapan udara 70 hingga 97 persen. Angin bertiup dari arah barat daya hingga barat laut dengan kecepatan 6 hingga 17 kilometer per jam.

Wilayah Bantul mengalami kondisi serupa dengan hujan ringan hingga sedang merata di seluruh wilayah mulai pagi hari. Kawasan wisata pantai di seluruh Bantul seperti Pantai Parangtritis, Parangkusumo, dan Depok berpotensi di guyur hujan ringan hingga sedang. Wisatawan yang berencana mengunjungi pantai-pantai tersebut di sarankan mempersiapkan perlengkapan hujan.

Sementara itu, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang juga di perkirakan mengguyur seluruh wilayah Kulon Progo mulai pagi hari. Kawasan Perbukitan Menoreh, kawasan wisata pantai Kulon Progo seperti Pantai Glagah hingga area Yogyakarta International Airport (YIA) tidak luput dari potensi hujan.

Di Gunungkidul, hujan dengan intensitas ringan berpotensi mengguyur sebagian wilayah mulai pagi hari. Kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul seperti Pantai Baron, Kukup, dan Indrayanti perlu mewaspadai kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu.

Kondisi Suhu dan Kelembapan Udara

BMKG mencatat suhu udara di Yogyakarta pada hari ini berada di rentang 22 hingga 29 derajat celsius. Pada pagi hari sekitar pukul 08.00 WIB, suhu udara di prediksi mencapai 24 derajat celsius dengan kelembapan 93 persen. Kondisi langit mendung dengan potensi hujan sedang.

Memasuki siang hari sekitar pukul 13.00 WIB, suhu udara naik menjadi 27 derajat celsius. Kelembapan udara menurun menjadi 87 persen namun langit tetap mendung dengan potensi hujan. Angin bertiup dari arah barat daya dengan kecepatan 3,5 meter per detik.

Pada malam hari sekitar pukul 19.00 WIB, suhu udara turun kembali menjadi 24 derajat celsius. Kelembapan meningkat menjadi 97 persen dengan kondisi langit mendung. Angin bertiup lemah dari arah barat dengan kecepatan 1,3 meter per detik.

Tekanan udara di Yogyakarta berkisar antara 757 hingga 758 mmHg sepanjang hari. Kondisi ini menunjukkan stabilitas atmosfer yang cukup baik meski potensi hujan tetap tinggi.

Waspada Gelombang Tinggi di Pantai Selatan

Selain hujan, masyarakat juga perlu mewaspadai kondisi gelombang tinggi di perairan selatan DIY. BMKG memprediksi gelombang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di perairan selatan Kulon Progo, Bantul, dan Gunungkidul yang berbatasan dengan Samudra Hindia.

Warjono menjelaskan kondisi ini berpotensi mengganggu aktivitas pelayaran dan wisata bahari. Nelayan dan wisatawan yang berencana beraktivitas di kawasan pantai selatan di minta untuk lebih berhati-hati dan selalu memantau perkembangan cuaca.

“Gelombang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di perairan selatan Kulon Progo, Bantul, dan Gunungkidul yang berbatasan dengan Samudra Hindia,” ujar Warjono.

Kondisi gelombang tinggi ini di picu oleh pola siklonik di selatan Bali-Nusa Tenggara yang membentuk pertemuan angin di wilayah Jawa bagian selatan. Pola angin bertiup dari arah barat daya hingga barat dengan kecepatan yang cukup signifikan.

Penyebab Cuaca Ekstrem di DIY

BMKG menjelaskan kondisi cuaca ekstrem yang melanda DIY dan wilayah Jawa lainnya di sebabkan oleh beberapa faktor dinamika atmosfer. Pada skala global, El Niño-Southern Oscillation (ENSO) terpantau menguat pada fase negatif yang mengindikasikan La Niña lemah. Kondisi ini berpotensi meningkatkan pasokan uap air yang mendukung pembentukan awan hujan.

Selain itu, penguatan Monsun Asia di sertai peningkatan kecepatan angin dari Laut Cina Selatan menuju selatan melalui Selat Karimata hingga Pulau Jawa turut berperan. Aliran angin ini memicu terbentuknya daerah konvergensi di sepanjang Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara yang mendukung pertumbuhan awan hujan intensif.

Aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) yang aktif secara spasial di sebagian besar wilayah Indonesia juga memperkuat potensi hujan. Kombinasi berbagai fenomena atmosfer ini menyebabkan cuaca di DIY menjadi tidak menentu dengan potensi hujan lebat sewaktu-waktu.

Daerah konvergensi di prediksi memanjang dari Samudra Hindia selatan DI Yogyakarta hingga Jawa Timur. Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah tersebut.

Dampak Cuaca Ekstrem Beberapa Hari Terakhir

Cuaca ekstrem telah melanda DIY dalam beberapa hari terakhir. Pada Senin (12/1/2026), hujan lebat di sertai angin kencang mengguyur sebagian besar wilayah DIY sejak sekitar pukul 15.00 WIB. Kondisi tersebut menyebabkan berbagai kerusakan di lima kabupaten dan kota.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Agustinus Ruruh Haryata, mengatakan dampak paling banyak berupa pohon tumbang, gangguan akses jalan, serta kerusakan jaringan listrik.

Di Kabupaten Gunungkidul, hujan lebat dan angin kencang berdampak di tiga kelurahan di Kapanewon Gedangsari yaitu Hargomulyo, Mertelu, dan Sampang. Sejumlah rumah, balai dusun, serta kandang ternak di laporkan rusak. Selain itu, tiga akses jalan terganggu, satu jaringan listrik terdampak, dan tercatat satu kejadian tanah longsor.

Kabupaten Sleman menjadi wilayah dengan sebaran dampak cukup luas. Delapan kapanewon yaitu Depok, Gamping, Godean, Kalasan, Minggir, Mlati, Ngaglik, dan Ngemplak melaporkan 13 kejadian pohon tumbang. Enam akses jalan sempat terganggu, lima jaringan listrik rusak, satu jaringan internet terputus, serta satu area pasar malam mengalami kerusakan.

Di Kabupaten Bantul, pohon tumbang terjadi di 12 lokasi yang tersebar di enam kapanewon. Kapanewon Sedayu mencatat tiga titik kejadian, sementara Pajangan, Srandakan, Pandak, dan Bantul masing-masing dua titik. Dampak utama meliputi gangguan akses jalan, kerusakan rumah, dan jaringan listrik.

Kota Yogyakarta juga terdampak cuaca ekstrem dengan dua pohon tumbang di laporkan di Kemantren Tegalrejo dan Mantrijeron.

Status Siaga untuk DIY

BMKG menetapkan status Siaga untuk wilayah DI Yogyakarta terkait potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat di sertai kilat, petir, dan angin kencang. Status ini berlaku untuk periode 13 hingga 19 Januari 2026.

Kondisi ini di picu oleh masuknya puncak musim hujan serta adanya aktivitas fenomena atmosfer global La Niña lemah yang meningkatkan suplai uap air di wilayah Indonesia bagian selatan.

“Masyarakat di wilayah Pulau Jawa termasuk DIY perlu meningkatkan kewaspadaan ekstra karena potensi hujan lebat ini di prediksi merata dan dapat memicu bencana hidrometeorologi lanjutan seperti banjir bandang dan tanah longsor,” tulis BMKG dalam keterangan resminya.

Libur Panjang Isra Miraj dan Antisipasi Wisatawan

Libur panjang bertepatan dengan peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW dari tanggal 15 hingga 19 Januari 2026 di perkirakan meningkatkan jumlah wisatawan ke Yogyakarta. Kondisi cuaca yang tidak menentu perlu menjadi perhatian bagi wisatawan yang berencana berlibur.

Warjono mengimbau wisatawan yang berencana berkunjung ke DIY untuk mempersiapkan perlengkapan hujan dan terus memantau perkembangan cuaca. Aktivitas wisata luar ruang seperti mengunjungi pantai atau mendaki perlu memperhatikan kondisi cuaca terkini.

PT KAI Daop 6 Yogyakarta telah menyediakan kereta tambahan untuk mengakomodasi lonjakan penumpang selama libur panjang ini. Namun wisatawan tetap di sarankan berhati-hati dalam perjalanan terutama jika menggunakan transportasi darat mengingat potensi hujan lebat dan jalan licin.

Imbauan BMKG untuk Masyarakat

BMKG mengimbau masyarakat DIY untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu. Masyarakat di harapkan lebih berhati-hati dalam merencanakan aktivitas terutama perjalanan darat, laut, dan udara serta kegiatan luar ruang.

Beberapa hal yang perlu di perhatikan masyarakat antara lain menghindari berlindung di bawah pohon besar saat hujan lebat di sertai angin kencang, mewaspadai potensi banjir di daerah rawan genangan, serta tidak memaksakan diri beraktivitas di pantai saat gelombang tinggi.

Masyarakat juga di minta untuk secara aktif memantau informasi prakiraan cuaca, peringatan dini, dan peringatan cuaca ekstrem resmi dari BMKG. Informasi dapat di akses melalui website resmi BMKG, aplikasi InfoBMKG, serta media sosial @infobmkg.

BMKG menyediakan layanan informasi cuaca khusus jalur perjalanan melalui Digital Weather for Traffic (DWT) yang telah terintegrasi di seluruh wilayah Indonesia. Layanan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan selama libur panjang.

Prakiraan Cuaca Beberapa Hari ke Depan

Berdasarkan prospek cuaca mingguan BMKG, kondisi hujan ringan hingga lebat masih berpotensi mengguyur DIY hingga beberapa hari ke depan. Masyarakat di minta untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan mempersiapkan langkah antisipasi.

Untuk hari Jumat (16/1/2026), cuaca di DIY di prakirakan berawan dengan potensi hujan ringan hingga sedang terutama pada siang hingga sore hari. Suhu udara berkisar 23 hingga 30 derajat celsius dengan kelembapan tinggi.

Memasuki akhir pekan, kondisi cuaca di perkirakan masih tidak menentu dengan potensi hujan yang cukup tinggi. Wisatawan yang berencana mengunjungi destinasi wisata di DIY di sarankan memiliki rencana cadangan jika cuaca tidak mendukung.

Tips Beraktivitas saat Musim Hujan

Bagi masyarakat yang tetap harus beraktivitas meski cuaca hujan, ada beberapa tips yang bisa di terapkan. Pertama, selalu bawa payung atau jas hujan sebagai perlengkapan wajib. Kondisi cuaca yang tidak menentu membuat hujan bisa turun kapan saja.

Kedua, periksa kondisi kendaraan sebelum bepergian. Pastikan rem, lampu, dan wiper berfungsi dengan baik untuk keselamatan berkendara saat hujan. Kurangi kecepatan kendaraan dan jaga jarak aman dengan kendaraan di depan.

Ketiga, hindari berdiri di bawah pohon besar atau tiang listrik saat hujan di sertai petir. Cari tempat berlindung yang aman seperti di dalam bangunan atau kendaraan.

Keempat, perhatikan kondisi jalan terutama di daerah rawan banjir. Jangan memaksakan diri melewati genangan air yang tidak di ketahui kedalamannya.

Kelima, pastikan saluran air di sekitar rumah tidak tersumbat untuk menghindari genangan. Bersihkan selokan dan saluran pembuangan secara berkala.

Kesimpulan

Prakiraan cuaca Yogyakarta hari ini Kamis 15 Januari 2026 menunjukkan kondisi hujan ringan mendominasi dengan suhu 22 hingga 29 derajat celsius. Masyarakat di minta tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mengintai hingga akhir pekan. Gelombang tinggi di pantai selatan juga perlu diwaspadai oleh wisatawan dan nelayan.

BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi dan tidak memaksakan diri beraktivitas jika kondisi cuaca tidak mendukung. Keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas di tengah musim hujan seperti saat ini.

Kualitas Udara di Yogyakarta

Selain cuaca, kualitas udara di Yogyakarta juga perlu diperhatikan masyarakat. Berdasarkan pemantauan BMKG, kualitas udara di wilayah Sleman dan sekitarnya tergolong baik dengan indeks PM2.5 yang rendah. Kondisi hujan yang sering turun membantu membersihkan partikel polutan di udara.

Meskipun demikian, masyarakat tetap disarankan untuk menggunakan masker terutama saat beraktivitas di luar ruangan dalam kondisi cuaca yang tidak menentu. Perubahan suhu yang cukup drastis antara siang dan malam juga berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan seperti flu dan batuk.

Kelembapan udara yang tinggi mencapai 97 persen pada malam hari juga perlu diwaspadai. Kondisi ini dapat memicu pertumbuhan jamur dan bakteri yang tidak baik bagi kesehatan pernapasan. Pastikan sirkulasi udara di dalam rumah tetap baik dan hindari penumpukan kelembapan berlebih.

Koordinasi dengan Instansi Terkait

BPBD DIY terus berkoordinasi dengan instansi terkait dalam mengantisipasi dampak cuaca ekstrem. Tim Reaksi Cepat (TRC) disiagakan di beberapa titik strategis untuk merespons kejadian bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.

Masyarakat yang menemukan kondisi darurat akibat cuaca ekstrem dapat menghubungi posko BPBD DIY atau melalui nomor darurat yang tersedia. Laporan dari masyarakat sangat membantu dalam percepatan penanganan dampak bencana.

Pemerintah daerah juga telah mempersiapkan tempat evakuasi sementara di beberapa lokasi untuk mengantisipasi jika terjadi bencana yang memerlukan evakuasi warga. Koordinasi dengan pihak keamanan dan kesehatan juga terus dilakukan untuk memastikan kesiapan dalam menghadapi kemungkinan terburuk.

Dengan kewaspadaan yang tinggi dan kesiapan yang baik, diharapkan masyarakat DIY dapat melewati musim hujan ini dengan aman dan selamat. Tetap pantau informasi cuaca terkini dan jangan ragu untuk mengambil langkah antisipasi demi keselamatan diri dan keluarga.

Informasi prakiraan cuaca ini dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan perkembangan kondisi atmosfer terkini. Masyarakat disarankan untuk selalu mengecek update terbaru dari BMKG sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan. Musim hujan yang masih berlangsung hingga Februari mendatang memerlukan kewaspadaan ekstra dari seluruh elemen masyarakat di Yogyakarta dan sekitarnya. Semoga cuaca mendukung aktivitas masyarakat hari ini dan seterusnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *