Cuaca DIY Sabtu 21 Februari: 3 Wilayah Hujan Sedang

Seluruh DIY Diguyur Hujan di Hari Ketiga Puasa

Cuaca DIY Sabtu 21 Februari 2026 menunjukkan kondisi basah di seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. BMKG Stasiun Meteorologi YIA (Yogyakarta International Airport) memprediksi kelima kabupaten dan kota di DIY mengalami guyuran hujan dengan intensitas berbeda-beda. Tiga wilayah mencatat hujan sedang, sementara dua wilayah lainnya mengalami hujan ringan.

Hari ketiga puasa Ramadhan 1447 Hijriah ini memang bertepatan dengan puncak musim hujan di Pulau Jawa. Masyarakat DIY perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama saat merencanakan aktivitas luar ruangan. Kondisi cuaca yang basah sejak siang hingga malam hari menuntut persiapan ekstra agar ibadah puasa dan kegiatan sehari-hari tetap berjalan lancar.

Prakirawan BMKG Masayu Franstika menyebutkan bahwa Yogyakarta berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang pada Sabtu ini. Peringatan tersebut sejalan dengan analisis dinamika atmosfer yang menunjukkan aktivitas cuaca signifikan di wilayah Jawa pada periode 20 hingga 23 Februari 2026. Monsun Asia yang masih aktif menjadi salah satu faktor utama pemicu peningkatan curah hujan di kawasan ini.

Kulon Progo, Sleman, dan Kota Yogyakarta Hujan Sedang

Tiga wilayah di DIY yang di prediksi mengalami hujan sedang pada Sabtu ini meliputi Kabupaten Kulon Progo, Kabupaten Sleman, dan Kota Yogyakarta. Ketiga daerah ini mencatat intensitas curah hujan yang lebih tinggi dibandingkan dua kabupaten lainnya.

Kabupaten Kulon Progo mencatat suhu udara berkisar 23 hingga 30 derajat Celsius dengan kelembaban 69 sampai 97 persen. Hujan sedang di prediksi mengguyur sebagian besar wilayah kabupaten ini. Secara lebih spesifik, BMKG mencatat tiga kecamatan yang berpotensi mengalami hujan sedang paling intens, yaitu Nanggulan, Samigaluh, dan Kalibawang. Ketiga kecamatan ini berada di kawasan utara Kulon Progo yang berbatasan langsung dengan perbukitan Menoreh, sehingga proses konvektif di lereng perbukitan mendorong pembentukan awan hujan lebih masif.

Kabupaten Sleman juga mengalami guyuran hujan sedang dengan suhu udara 22 hingga 29 derajat Celsius. Kelembaban udara di wilayah ini berkisar 70 hingga 94 persen. Posisi Sleman yang berada di lereng selatan Gunung Merapi menjadikan kabupaten ini kerap menerima curah hujan lebih tinggi dibandingkan wilayah DIY bagian selatan. Hujan orografis yang terjadi ketika angin lembap mendaki lereng gunung turut berkontribusi terhadap peningkatan intensitas curah hujan.

Sementara itu, Kota Yogyakarta sebagai pusat ibukota provinsi mencatat hujan sedang dengan suhu 23 hingga 30 derajat Celsius dan kelembaban 67 sampai 96 persen. BMKG mencatat bahwa kecamatan Tegalrejo menunjukkan kondisi hujan sedang dengan suhu sekitar 22 hingga 31 derajat Celsius. Tingginya kelembaban udara di kawasan perkotaan menciptakan kondisi gerah yang mudah memicu pembentukan awan hujan pada siang hari.

Bantul dan Gunungkidul Hujan Ringan

Dua kabupaten lainnya di DIY, yaitu Bantul dan Gunungkidul, diprediksi mengalami hujan ringan pada Sabtu ini. Meskipun intensitasnya lebih rendah dibandingkan tiga wilayah lainnya, masyarakat tetap perlu menyiapkan perlengkapan hujan saat beraktivitas di luar rumah.

Kabupaten Bantul mencatat suhu udara berkisar 24 hingga 30 derajat Celsius dengan kelembaban 68 sampai 97 persen. Secara umum, hujan ringan mengguyur hampir seluruh wilayah kabupaten ini. Namun menariknya, BMKG mencatat dua kecamatan di Bantul yang berpotensi mengalami peningkatan intensitas hujan menjadi sedang, yaitu Kecamatan Banguntapan dan Kecamatan Kasihan. Kedua kecamatan ini merupakan kawasan perkotaan yang padat penduduk dan berbatasan langsung dengan Kota Yogyakarta.

Kabupaten Gunungkidul juga mengalami hujan ringan dengan suhu 23 hingga 30 derajat Celsius dan kelembaban 65 sampai 97 persen. Seluruh wilayah kabupaten ini diprediksi mengalami hujan dengan intensitas ringan. Namun, BMKG melalui prakiraan per sub-wilayah mencatat bahwa Gunungkidul bagian utara berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat pada siang hingga sore hari. Kawasan utara Gunungkidul yang berbukit-bukit memang lebih rentan terhadap curah hujan tinggi dibandingkan kawasan pesisir selatan.

Pola Cuaca Sepanjang Hari

BMKG Stasiun Meteorologi YIA membagi prakiraan cuaca DIY menjadi empat periode waktu. Pada pagi hari, kondisi cuaca di seluruh wilayah DIY cenderung berawan. Masyarakat masih bisa beraktivitas di luar ruangan dengan nyaman pada waktu ini. Suhu udara di pagi hari terasa segar, terutama di kawasan dataran tinggi Sleman dan Kulon Progo bagian utara.

Memasuki siang hingga sore hari, intensitas hujan meningkat secara signifikan. BMKG memperingatkan adanya potensi hujan sedang hingga lebat di beberapa wilayah, khususnya Sleman, Kulon Progo bagian utara hingga tengah, dan Gunungkidul bagian utara. Sementara itu, Kota Yogyakarta, Bantul, Kulon Progo bagian selatan, dan Gunungkidul bagian tengah hingga selatan berpotensi mengalami hujan ringan hingga sedang.

Peningkatan curah hujan pada siang hari ini merupakan pola yang umum terjadi di DIY selama musim hujan. Proses pemanasan permukaan tanah oleh sinar matahari pada pagi hari mendorong evaporasi dan pembentukan awan konvektif. Ketika awan-awan ini mencapai ketinggian tertentu, hujan pun turun dengan intensitas yang bervariasi tergantung pada kondisi topografi dan dinamika atmosfer lokal.

Pada malam hari, potensi hujan ringan masih mengguyur sebagian besar wilayah DIY. Intensitas hujan mulai berkurang secara bertahap memasuki malam. Memasuki dini hari menjelang Minggu 22 Februari, hujan ringan masih berpotensi terjadi di Kulon Progo bagian selatan, Bantul bagian selatan, dan Gunungkidul bagian selatan. Wilayah-wilayah pesisir selatan ini kerap menerima hujan dini hari karena pengaruh angin laut yang membawa uap air dari Samudera Hindia.

Peringatan Dini dan Potensi Cuaca Ekstrem

BMKG mengeluarkan peringatan dini waspada untuk beberapa wilayah di DIY pada Sabtu ini. Potensi hujan sedang hingga lebat yang disertai kilat atau petir dan angin kencang perlu diwaspadai, terutama di Sleman, Kulon Progo bagian utara hingga tengah, dan Gunungkidul bagian utara. Masyarakat yang bermukim atau beraktivitas di kawasan-kawasan tersebut harus meningkatkan kesiapsiagaan.

Hujan yang disertai petir menjadi ancaman serius bagi masyarakat yang berada di ruang terbuka. BMKG mengimbau warga untuk segera mencari perlindungan saat mendengar suara guntur atau melihat kilatan petir. Jangan berlindung di bawah pohon besar karena justru meningkatkan risiko tersambar petir. Bangunan permanen dengan atap dan dinding solid menjadi tempat berlindung yang paling aman.

Angin kencang berdurasi singkat juga perlu diantisipasi. Pohon-pohon besar dengan akar dangkal berpotensi tumbang saat diterpa angin kencang, terutama jika disertai hujan lebat yang melemahkan daya cengkeram akar pada tanah. Masyarakat perlu memeriksa kondisi pohon di sekitar rumah dan memastikan tidak ada ranting yang rapuh dan berpotensi jatuh.

Pada skala lebih luas, BMKG menyebutkan bahwa DIY termasuk dalam wilayah berpotensi cuaca ekstrem pada periode 20 hingga 23 Februari 2026. Dinamika atmosfer yang masih signifikan akibat penguatan Monsun Asia dan aktivitas MJO (Madden-Julian Oscillation) mendorong peningkatan curah hujan di seluruh Pulau Jawa, termasuk DIY.

Dampak Cuaca terhadap Aktivitas Ramadhan

Kondisi cuaca basah pada hari ketiga puasa Ramadhan 1447 H ini tentu memengaruhi aktivitas masyarakat DIY. Suhu udara yang berkisar 22 hingga 31 derajat Celsius dengan kelembaban tinggi menciptakan kondisi yang cukup gerah. Bagi masyarakat yang berpuasa, cuaca gerah di siang hari bisa terasa lebih menantang karena tubuh kehilangan cairan lebih cepat melalui keringat.

Namun di sisi positif, hujan yang turun pada sore hari menjelang waktu berbuka puasa membawa udara lebih sejuk. Penurunan suhu akibat hujan memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang tengah menunggu waktu Maghrib. Atmosfer sejuk pasca-hujan juga mendukung pelaksanaan ibadah Tarawih di masjid-masjid pada malam hari.

Bagi masyarakat yang berencana berbelanja kebutuhan berbuka puasa, waktu pagi menjadi pilihan terbaik. Pasar-pasar tradisional seperti Pasar Beringharjo di Kota Yogyakarta atau pasar-pasar di kabupaten lain biasanya sudah ramai sejak pagi. Berbelanja di pagi hari menghindarkan masyarakat dari risiko kehujanan pada siang hingga sore hari.

Pedagang takjil yang biasa menggelar dagangan menjelang waktu berbuka juga perlu mempersiapkan tenda atau tempat berteduh. Hujan pada sore hari bisa mengganggu aktivitas perdagangan di pinggir jalan jika tidak diantisipasi dengan baik. Beberapa lokasi populer penjualan takjil di sepanjang Jalan Malioboro, Jalan Kaliurang, dan kawasan Alun-Alun Kidul perlu menyiapkan skenario hujan.

Risiko Bencana Hidrometeorologi

Curah hujan yang cukup intens di DIY selama beberapa hari terakhir meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi. Genangan air di kawasan perkotaan menjadi masalah yang kerap muncul setiap musim hujan, terutama di Kota Yogyakarta dan kawasan Bantul utara yang relatif datar. Saluran drainase yang tersumbat sampah atau sedimen memperburuk kondisi genangan.

Tanah longsor juga menjadi ancaman serius, terutama di kawasan perbukitan Kulon Progo, Sleman bagian utara, dan Gunungkidul bagian utara. Hujan yang turun selama beberapa hari berturut-turut membuat tanah menjadi jenuh air. Kondisi ini melemahkan stabilitas lereng sehingga potensi longsor meningkat signifikan. Masyarakat yang bermukim di sekitar tebing atau lereng bukit harus memperhatikan tanda-tanda longsor seperti retakan tanah, air keruh dari mata air, dan suara gemuruh dari arah bukit.

Banjir lahar dingin dari lereng Gunung Merapi juga menjadi perhatian bagi warga Sleman. Meskipun Gunung Merapi saat ini tidak dalam fase erupsi besar, material vulkanik yang menumpuk di lereng gunung bisa terbawa aliran air hujan melalui sungai-sungai yang berhulu di Merapi. Sungai Gendol, Sungai Opak, dan Sungai Code menjadi jalur yang perlu dipantau secara berkala oleh BPBD setempat.

Tips Aman Beraktivitas Saat Hujan

Masyarakat DIY perlu menerapkan beberapa langkah antisipasi menghadapi cuaca basah pada Sabtu ini. Pertama, selalu membawa jas hujan yang menutupi seluruh tubuh hingga kaki. Payung seringkali tidak efektif saat angin kencang menemani hujan, sehingga jas hujan menjadi pilihan yang lebih praktis.

Kedua, lindungi perangkat elektronik dengan plastik kedap air atau pouch anti-air. Hujan deras yang mendadak merupakan ancaman utama bagi ponsel, laptop, dan barang elektronik lainnya. Langkah sederhana seperti menyimpan plastik zip di dalam tas bisa menyelamatkan perangkat dari kerusakan.

Ketiga, bagi pengendara sepeda motor, kurangi kecepatan saat melewati jalan basah. Area yang perlu ekstra hati-hati meliputi marka jalan berwarna putih dan zebra cross yang menjadi sangat licin saat basah. Visor helm bening atau anti-kabut juga sangat membantu menjaga jarak pandang saat hujan deras.

Keempat, geser aktivitas luar ruangan ke pagi hari. Berdasarkan prakiraan BMKG, pagi hari menjadi periode paling kering dan nyaman untuk beraktivitas. Siang hingga sore hari sebaiknya diisi dengan kegiatan dalam ruangan seperti mengunjungi museum, kafe, atau pusat perbelanjaan. Bagi wisatawan yang berkunjung ke DIY pada akhir pekan ini, destinasi indoor seperti Museum Sonobudoyo, Taman Pintar, atau mal-mal di pusat kota menjadi alternatif yang tepat.

Kelima, pantau informasi cuaca secara berkala melalui aplikasi InfoBMKG dan media sosial BMKG. Peringatan dini yang diperbarui setiap beberapa jam dapat membantu masyarakat mengambil keputusan cepat terkait aktivitas harian. Dengan persiapan yang matang, masyarakat DIY tetap bisa menjalani hari ketiga puasa dan akhir pekan dengan aman serta produktif meskipun cuaca kurang bersahabat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *