Cuaca Yogyakarta Solo Semarang 12 Januari, Hujan Merata

Prakiraan Cuaca Tiga Kota Hari Ini

Prakiraan cuaca Yogyakarta, Solo, dan Semarang pada Senin 12 Januari 2026 menunjukkan kondisi hujan ringan merata di ketiga kota tersebut. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika merilis informasi cuaca terkini untuk membantu masyarakat merencanakan aktivitas harian.

Ketiga kota besar di Jawa Tengah dan DIY ini mengalami kondisi cuaca serupa dengan potensi hujan sepanjang hari. Kelembapan udara yang tinggi mendukung pembentukan awan hujan di wilayah tersebut.

Selain itu, BMKG mencatat suhu udara di ketiga kota berkisar antara 22 hingga 32 derajat Celsius. Kondisi ini tergolong normal untuk musim hujan di Pulau Jawa.

Dengan demikian, masyarakat di ketiga kota perlu mempersiapkan payung atau jas hujan sebelum beraktivitas di luar ruangan.

Cuaca Kota Yogyakarta

Prakiraan cuaca Kota Yogyakarta pada 12 Januari 2026 menunjukkan kondisi hujan ringan sepanjang hari. BMKG mencatat suhu udara berkisar antara 23 hingga 31 derajat Celsius.

Kelembapan udara di Kota Yogyakarta berada pada kisaran 68 hingga 97 persen. Tingkat kelembapan tinggi ini membuat udara cenderung lebih lembap terutama pada pagi dan malam hari.

Selain itu, kondisi kelembapan yang tinggi meningkatkan potensi turunnya hujan. Warga Yogyakarta di harapkan mengantisipasi kondisi ini dengan membawa payung atau jas hujan.

Oleh karena itu, aktivitas luar ruangan di Kota Yogyakarta perlu memperhitungkan potensi hujan yang dapat turun sewaktu-waktu.

Cuaca Kota Solo

Prakiraan cuaca Kota Solo atau Surakarta pada 12 Januari 2026 juga menunjukkan kondisi hujan ringan. BMKG memprediksi suhu udara berkisar antara 22 hingga 32 derajat Celsius.

Kelembapan udara di Kota Solo berada pada kisaran 68 hingga 96 persen. Kondisi ini serupa dengan Yogyakarta yang memiliki karakteristik cuaca hampir sama.

Selain itu, warga Solo perlu mempersiapkan diri menghadapi potensi hujan terutama pada siang hingga sore hari. Intensitas hujan dapat meningkat pada waktu-waktu tersebut.

Dengan demikian, pengendara di Kota Solo di minta untuk berhati-hati mengingat jalan dapat menjadi licin saat hujan turun.

Cuaca Kota Semarang

Prakiraan cuaca Kota Semarang pada 12 Januari 2026 menunjukkan kondisi hujan ringan dengan potensi hujan petir. BMKG mencatat suhu udara berkisar antara 23 hingga 31 derajat Celsius.

Kelembapan udara di Kota Semarang berada pada kisaran 74 hingga 89 persen. Ibu kota Jawa Tengah ini memiliki karakteristik pesisir yang mempengaruhi pola cuacanya.

Selain itu, Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Risca Maulida, menjelaskan cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di berbagai daerah di Jawa Tengah. Warga di minta untuk meningkatkan kewaspadaan.

Oleh karena itu, masyarakat Semarang perlu memantau kondisi cuaca secara berkala sebelum beraktivitas.

Peringatan Dini BMKG untuk Jawa Tengah dan DIY

BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk periode 12 hingga 15 Januari 2026. Jawa Tengah dan DI Yogyakarta masuk dalam kategori siaga hujan lebat hingga sangat lebat.

Hujan lebat yang berpotensi di sertai kilat, petir, dan angin kencang dapat terjadi di kedua wilayah tersebut. Kondisi ini berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor.

Selain itu, BMKG juga mengeluarkan peringatan angin kencang untuk wilayah Jawa Tengah. Angin kencang berisiko menyebabkan pohon tumbang dan gangguan transportasi.

Dengan demikian, masyarakat di Jawa Tengah dan DIY perlu meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi cuaca ekstrem.

Wilayah Rawan di DIY

BMKG mengeluarkan peringatan dini untuk beberapa wilayah di DIY pada 12 Januari 2026. Sleman dan Kulon Progo bagian utara hingga tengah berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat di sertai petir dan angin kencang.

Bantul bagian selatan dan Gunungkidul juga masuk dalam wilayah yang perlu di waspadai. Warga yang berada di wilayah tersebut di imbau untuk meningkatkan kewaspadaan.

Selain itu, wilayah pegunungan seperti lereng Gunung Merapi di Sleman memiliki risiko lebih tinggi terhadap cuaca ekstrem. Curah hujan di wilayah tersebut dapat lebih tinggi di bandingkan dataran rendah.

Oleh karena itu, masyarakat di wilayah rawan perlu mempersiapkan langkah antisipasi sejak dini.

Curah Hujan Ekstrem di DIY

BMKG mencatat hujan dengan intensitas ekstrem terjadi di DI Yogyakarta dalam sepekan terakhir dengan curah hujan mencapai 165 milimeter per hari. Angka ini termasuk kategori sangat tinggi.

Kondisi ini menunjukkan dinamika atmosfer yang aktif di wilayah DIY dan sekitarnya. Puncak musim hujan yang terjadi pada Januari 2026 meningkatkan intensitas curah hujan.

Selain itu, curah hujan bulanan di DIY di prediksi berada pada kategori tinggi sepanjang Januari 2026. Kulon Progo, Sleman, Bantul, Kota Yogyakarta, dan Gunungkidul berpotensi mengalami curah hujan signifikan.

Dengan demikian, masyarakat DIY perlu mempersiapkan diri menghadapi potensi banjir dan longsor.

Kondisi Perairan Jawa Tengah

Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang, Shafira Tsanyfadhila, menjelaskan kondisi gelombang tinggi mencapai 1,25 hingga 2,5 meter terjadi di perairan utara dan selatan Jawa Tengah. Kondisi ini cukup berisiko terhadap aktivitas pelayaran.

Kecepatan angin di atas 15 knot dapat mengganggu aktivitas di laut. Nelayan, tongkang, dan kapal angkutan penumpang di minta untuk berhati-hati.

Selain itu, meskipun air laut pasang atau rob sudah kembali menurun, kondisi cuaca buruk tetap perlu di waspadai. Aktivitas penyeberangan antar pulau juga perlu memperhatikan kondisi cuaca.

Oleh karena itu, warga yang beraktivitas di perairan Jawa Tengah di imbau untuk selalu memantau informasi cuaca maritim dari BMKG.

Faktor Penyebab Cuaca Ekstrem

Kondisi La Niña lemah menjadi salah satu faktor penyebab peningkatan curah hujan di Pulau Jawa termasuk DIY dan Jawa Tengah. Fenomena ini meningkatkan pasokan uap air yang mendukung pembentukan awan hujan.

Angin Monsun Asia yang lebih kuat dari normalnya juga berkontribusi terhadap kondisi cuaca ekstrem. Indeks seruakan dingin (cold surge) yang signifikan turut mempengaruhi pola hujan.

Selain itu, daerah tekanan rendah yang terpantau di perairan timur Australia bergerak ke arah Teluk Karpentaria. Kondisi ini membentuk daerah konvergensi dan konfluensi serta meningkatkan kecepatan angin dari Jawa hingga Maluku.

Dengan demikian, kombinasi berbagai dinamika atmosfer ini mendukung terjadinya cuaca signifikan di Jawa Tengah dan DIY.

Daerah Konfluensi di Pulau Jawa

BMKG mencatat daerah konfluensi terbentuk di perairan barat Bengkulu hingga selatan Banten yang menyelimuti Pulau Jawa. Kondisi ini mencakup Laut Jawa hingga Laut Flores.

Konfluensi merupakan pertemuan massa udara yang memicu pertumbuhan awan hujan secara masif. Wilayah yang terkena dampak meliputi seluruh Pulau Jawa termasuk Yogyakarta, Solo, dan Semarang.

Selain itu, sirkulasi siklonik juga di prediksi terbentuk di barat Aceh dan Samudra Pasifik utara Papua. Kondisi ini turut mempengaruhi pola cuaca di Indonesia.

Oleh karena itu, masyarakat di Pulau Jawa perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Prakiraan Cuaca Per Waktu Yogyakarta

Prakiraan cuaca Yogyakarta pada pagi hari menunjukkan kondisi berawan dengan potensi hujan ringan. Suhu udara berkisar 23 hingga 25 derajat Celsius pada periode ini.

Menjelang siang hingga sore hari, potensi hujan meningkat dengan intensitas ringan hingga sedang. Petir dan angin kencang dapat menyertai hujan pada periode ini.

Selain itu, malam hari kondisi cuaca masih berpotensi hujan ringan dengan kelembapan tinggi. Suhu udara menurun menjadi 24 hingga 26 derajat Celsius.

Dengan demikian, warga Yogyakarta perlu mempersiapkan payung sepanjang hari untuk mengantisipasi hujan yang dapat turun kapan saja.

Prakiraan Cuaca Per Waktu Solo

Prakiraan cuaca Solo pada pagi hari menunjukkan kondisi berawan tebal dengan kemungkinan hujan ringan. Suhu udara berkisar 22 hingga 24 derajat Celsius.

Siang hingga sore hari, potensi hujan meningkat terutama di wilayah pinggiran kota. Intensitas hujan dapat mencapai sedang pada beberapa titik.

Selain itu, malam hingga dini hari kondisi cuaca di Solo di prakirakan berawan dengan potensi hujan ringan. Kelembapan udara tetap tinggi sepanjang malam.

Oleh karena itu, warga Solo yang memiliki aktivitas malam hari perlu mempersiapkan perlengkapan hujan.

Prakiraan Cuaca Per Waktu Semarang

Prakiraan cuaca Semarang pada pagi hari menunjukkan kondisi berawan dengan potensi hujan ringan terutama di wilayah pesisir. Suhu udara berkisar 24 hingga 26 derajat Celsius.

Siang hingga sore hari, potensi hujan meningkat signifikan di seluruh wilayah Kota Semarang. Hujan petir dapat terjadi terutama di wilayah dataran tinggi Semarang atas.

Selain itu, malam hari kondisi cuaca di prakirakan hujan ringan dengan peluang badai petir. Warga Semarang di minta untuk tidak berada di tempat terbuka saat petir.

Dengan demikian, aktivitas luar ruangan di Semarang perlu di sesuaikan dengan prakiraan cuaca per waktu.

Tips Menghadapi Hujan Ringan Merata

Masyarakat di Yogyakarta, Solo, dan Semarang perlu mempersiapkan beberapa langkah antisipasi menghadapi hujan ringan merata. Membawa payung atau jas hujan saat keluar rumah menjadi langkah pertama.

Pengendara motor perlu memastikan kondisi ban dalam keadaan baik untuk menghindari selip di jalan licin. Lampu kendaraan juga perlu dipastikan berfungsi dengan baik untuk meningkatkan visibilitas.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk berhati-hati terhadap genangan air di jalan terutama di titik-titik rawan banjir. Beberapa titik di ketiga kota sering mengalami genangan saat hujan turun.

Oleh karena itu, memantau kondisi jalan sebelum berangkat dapat membantu menghindari kemacetan akibat genangan air.

Kewaspadaan terhadap Petir

Hujan yang disertai petir memerlukan kewaspadaan khusus dari masyarakat. BMKG mengimbau warga untuk tidak berteduh di bawah pohon besar saat terjadi hujan petir.

Baliho dan bangunan yang kurang kokoh juga perlu dihindari sebagai tempat berlindung. Petir dapat menyambar objek-objek tinggi yang berdiri sendiri.

Selain itu, penggunaan peralatan elektronik saat hujan petir perlu dibatasi. Sambaran petir dapat merusak peralatan elektronik dan membahayakan pengguna.

Dengan demikian, mencari perlindungan di dalam bangunan yang kokoh menjadi pilihan terbaik saat hujan petir terjadi.

Dampak terhadap Aktivitas Masyarakat

Kondisi hujan ringan merata di ketiga kota dapat mempengaruhi berbagai aktivitas masyarakat. Kegiatan luar ruangan seperti olahraga dan wisata perlu mempertimbangkan kondisi cuaca.

Pedagang kaki lima dan pasar tradisional juga dapat terdampak oleh hujan yang turun sepanjang hari. Pengunjung pasar diharapkan mempersiapkan perlengkapan hujan.

Selain itu, event outdoor yang direncanakan pada hari ini mungkin perlu mengantisipasi kemungkinan hujan. Panitia acara diharapkan memiliki rencana cadangan jika hujan turun.

Oleh karena itu, fleksibilitas dalam merencanakan aktivitas menjadi penting saat musim hujan.

Prediksi Curah Hujan Bulanan

BMKG memprediksi curah hujan bulanan di Jawa Tengah dan DIY pada Januari 2026 berada pada kategori tinggi. Beberapa wilayah berpotensi mengalami curah hujan lebih dari 300 milimeter per bulan.

Wilayah Brebes, Pemalang, Purbalingga, Pekalongan, Batang, Jepara, Demak, dan Kudus di Jawa Tengah diprediksi mengalami curah hujan kategori sangat tinggi. Akumulasi hujan dapat melebihi 500 milimeter per bulan.

Selain itu, wilayah DIY seperti Kulon Progo, Sleman, Bantul, Kota Yogyakarta, dan Gunungkidul berada pada kategori curah hujan tinggi. Masyarakat perlu mempersiapkan diri menghadapi intensitas hujan yang lebih tinggi.

Dengan demikian, kesiapsiagaan terhadap bencana banjir dan longsor harus ditingkatkan sepanjang bulan Januari 2026.

Potensi Dampak Bencana

Cuaca ekstrem di Jawa Tengah dan DIY berpotensi menimbulkan berbagai dampak bencana. Banjir dan genangan air menjadi ancaman utama terutama di wilayah dataran rendah.

Tanah longsor berpotensi terjadi di wilayah perbukitan dan pegunungan seperti lereng Gunung Merapi, Merbabu, dan kawasan Dieng. Lereng yang jenuh air dapat mengalami pergerakan tanah.

Selain itu, pohon tumbang akibat angin kencang juga menjadi risiko yang perlu diwaspadai. Jaringan listrik dan infrastruktur jalan dapat terganggu.

Oleh karena itu, koordinasi antara BPBD dan masyarakat perlu ditingkatkan untuk meminimalkan dampak bencana.

Pemantauan Cuaca Secara Mandiri

Masyarakat di Yogyakarta, Solo, dan Semarang dapat memantau kondisi cuaca secara mandiri melalui berbagai platform resmi. Website BMKG menyediakan informasi prakiraan cuaca yang terupdate setiap jam.

Aplikasi InfoBMKG yang tersedia di smartphone memudahkan akses informasi cuaca kapan saja. Fitur prakiraan cuaca per kecamatan tersedia dalam aplikasi tersebut.

Selain itu, media sosial resmi BMKG @infoBMKG menyajikan update cuaca terkini secara real-time. Peringatan dini cuaca ekstrem juga disampaikan melalui kanal tersebut.

Dengan demikian, kebiasaan mengecek prakiraan cuaca sebelum beraktivitas perlu ditanamkan pada seluruh anggota keluarga.

Imbauan BMKG untuk Masyarakat

BMKG mengimbau masyarakat di Yogyakarta, Solo, dan Semarang untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. Pemantauan informasi cuaca secara berkala sangat penting dilakukan.

Masyarakat diharapkan menyiapkan payung atau jas hujan sejak pagi hari. Berhati-hati terhadap jarak pandang yang berkurang dan genangan air di titik rawan banjir juga perlu diperhatikan.

Selain itu, pengendara diminta untuk berhati-hati saat melintas di jalan yang licin akibat hujan. Kecepatan kendaraan perlu dikurangi untuk menghindari kecelakaan.

Oleh karena itu, kesiapsiagaan pribadi menjadi kunci dalam menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu selama musim hujan.

Kesimpulan Prakiraan Cuaca Tiga Kota

Prakiraan cuaca Yogyakarta, Solo, dan Semarang pada 12 Januari 2026 menunjukkan kondisi hujan ringan merata di ketiga kota. BMKG mencatat suhu udara berkisar 22 hingga 32 derajat Celsius dengan kelembapan tinggi.

Jawa Tengah dan DI Yogyakarta masuk dalam kategori siaga hujan lebat hingga sangat lebat untuk periode 12-15 Januari 2026. Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi.

Selain itu, dinamika atmosfer yang aktif termasuk La Niña lemah dan angin Monsun Asia yang kuat mendukung terjadinya cuaca signifikan. Koordinasi antar instansi terus dilakukan untuk meminimalkan dampak.

Masyarakat di ketiga kota diharapkan selalu memantau informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi BMKG dan mempersiapkan payung sebelum beraktivitas di luar ruangan!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *